kepadamu lelakiku
Kepadamu lelaki bertubuh tinggi yang selalu mencuri waktu dalam hariku untuk tak pernah lepas memikirkanmu
Kepadamu lelaki sang pemilik senyum yang membawa bahagia, walau hanya membayangkannya
Kepadamu lelaki yang membuatku jatuh cinta berkali kali
Kepadamu lelaki yang membuatku jatuh dipelukanmu untuk kesekian kali
Kepadamu lelaki yang membuatku berhenti untuk mencari
Kepadamu lelaki yang seringkali menyebalkan lantas begitu kurindukan
Kepadamu lelaki yang begitu kusyukuri kehadirannya
Selamat pagi ,setelah sekian lama akhirnya aku menyadari kamu adalah objek pertamaku yang tidak dengan mudahnya bisa aku gambarkan dalam tiap kata seperti sebelumnya.
Entah kamu makhluk seperti apa hingga selalu membuatku kehabisan kata untuk melukis rasa.
Baik pagi ini ,ditemani secangkir kopi hitam seperti yang biasa kamu tegak dalam setiap pagimu aku akan memulainya.
Ini bukan puisi atau ungkapan kata-kata indah ,ini hanyalah sekedar ungkapan betapa aku mengagumi ,menyukuri dan menikmati setiap detik yang kulalui entah saat bersamamau atau hanya sekedar bayangmu yg menemani anganku.
Dan ternyata untuk menulis inipun aku harus tersenyum berkali-kali karena mengingatmu .
Awalnya aku tak akan menjatuhkan pilihanku kepadamu ,rasanya terlalu banyak ketidak mungkinan diantara kita ,tapi bukankah cinta itu tentang memungkinkan dan meyakinkan setiap ragu ?
Seperti halnya cinta pertama, yang begitu menggebu ,yang kubiarkan segalanya jatuh dan bertumpu kepadamu ,hingga aku selalu gagal untuk memeberi sedikit jeda pada kecewa, memberi tempat pada luka agar kelak saat ia datang karenamu, tidak menganga setelahnya .
Layaknya tempat dimana harapan dan masa depan dilabuhkan .
Dimana menjadikanya kali terakhir untuk mengecup cinta .
Begitulah kurang lebihnya luapan rasa dan asa yang ku punya wahai lelaki yang masih membuatku gugup setiap kali merasakan nafasmu begitu dekat denganku.
Aku tak akan memaksamu percaya,
Karena sama halnya denganmu ,sesekali kepalakupun dipenuhi oleh banyakna tanda tanya ,seperti nyatakah kehadiranmu ,mungkinkah aku menjadi wanita terakhirmu yang kelak kau cumbu dengan halal ,mungkinkah kehadiranku yg kau nantikan ,mungkinkah aku bagian dari bahagiamu ,mungkinkah namaku ada dalam sujud dan doamu ?
Bukan ,bukan berarti aku meragu padamu ,hanya saja terkadang aku menyadari aku hanyalah wanita dengan tumpukan kekurangan yg berlebih yang tak mampu memberimu harap seperti kebanyakan wanita luar biasa disana, dengan segala yang mereka punya sehingga patut kau banggakan ,dan aku ,aku hanyalah wanita yang akan merelakan hidupnya untuk menyayangi dan menjagamu lewat butiran doa.
Yang tak akan mengenal kata menyerah dan berjuang dalam rangkaian sujud ,membasahi sajadah dengan tangisan syukur karena sang Khalik memberiku tempat dalam hidupmu.
Aku selalu jatuh cinta dengan caramu mencintaiku ,seperti atmosphere baru ,kamu mencintaiku dengan membiarkan hitam tetap menjadi hitam, bukan mengkamuflasekanya menjadi putih dalam sekejap ,bukan menghujaniku seluruh manis ,namun justru memberi takaran yang pas dalam setiap rasa yang aku kecap ,menyiratkan ketulusan yang akhirnya meyakinkan langkahku untuk tetap menggenggammu dalam baik dan burukmu.
Aku seperti wanita pada umumnya ,yang juga egois ,yang juga menampung banyak cemburu mungkin sesekali kau rasakan ,namun sejujurnya lebih banyak yang aku sembunyikan dalam diam.
Karena disamping dari bahagia yang aku rasakan ,dengan banyaknya tawa yang ada ,ada rasa takut luar biasa yang aku pendam dalam balutan senyum disana.
Takut jika suatu saat nanti takdir tak lagi memberiku jeda untukku menghabiskan segala tangis dan senyumku bersamamu ,
Tapi aku percaya jika memang Tuhan yang menuntun langkahmu sekarang , maka Tuhan pun yang akan menjagamu ,yang akan meyakinkan ragumu ,menenangkan gundahmu ,dan Tuhan pulalah yang kelak akan memberimu jawaban kemana kamu akan pulang ,melepas segala lelah ,dan siapa yang pantas kau jadikan rumah :’) .
Aku mencintaimu lelakiku ,
Semararang ,14 Februari 2015
10.15 am
Kepadamu lelaki sang pemilik senyum yang membawa bahagia, walau hanya membayangkannya
Kepadamu lelaki yang membuatku jatuh cinta berkali kali
Kepadamu lelaki yang membuatku jatuh dipelukanmu untuk kesekian kali
Kepadamu lelaki yang membuatku berhenti untuk mencari
Kepadamu lelaki yang seringkali menyebalkan lantas begitu kurindukan
Kepadamu lelaki yang begitu kusyukuri kehadirannya
Selamat pagi ,setelah sekian lama akhirnya aku menyadari kamu adalah objek pertamaku yang tidak dengan mudahnya bisa aku gambarkan dalam tiap kata seperti sebelumnya.
Entah kamu makhluk seperti apa hingga selalu membuatku kehabisan kata untuk melukis rasa.
Baik pagi ini ,ditemani secangkir kopi hitam seperti yang biasa kamu tegak dalam setiap pagimu aku akan memulainya.
Ini bukan puisi atau ungkapan kata-kata indah ,ini hanyalah sekedar ungkapan betapa aku mengagumi ,menyukuri dan menikmati setiap detik yang kulalui entah saat bersamamau atau hanya sekedar bayangmu yg menemani anganku.
Dan ternyata untuk menulis inipun aku harus tersenyum berkali-kali karena mengingatmu .
Awalnya aku tak akan menjatuhkan pilihanku kepadamu ,rasanya terlalu banyak ketidak mungkinan diantara kita ,tapi bukankah cinta itu tentang memungkinkan dan meyakinkan setiap ragu ?
Seperti halnya cinta pertama, yang begitu menggebu ,yang kubiarkan segalanya jatuh dan bertumpu kepadamu ,hingga aku selalu gagal untuk memeberi sedikit jeda pada kecewa, memberi tempat pada luka agar kelak saat ia datang karenamu, tidak menganga setelahnya .
Layaknya tempat dimana harapan dan masa depan dilabuhkan .
Dimana menjadikanya kali terakhir untuk mengecup cinta .
Begitulah kurang lebihnya luapan rasa dan asa yang ku punya wahai lelaki yang masih membuatku gugup setiap kali merasakan nafasmu begitu dekat denganku.
Aku tak akan memaksamu percaya,
Karena sama halnya denganmu ,sesekali kepalakupun dipenuhi oleh banyakna tanda tanya ,seperti nyatakah kehadiranmu ,mungkinkah aku menjadi wanita terakhirmu yang kelak kau cumbu dengan halal ,mungkinkah kehadiranku yg kau nantikan ,mungkinkah aku bagian dari bahagiamu ,mungkinkah namaku ada dalam sujud dan doamu ?
Bukan ,bukan berarti aku meragu padamu ,hanya saja terkadang aku menyadari aku hanyalah wanita dengan tumpukan kekurangan yg berlebih yang tak mampu memberimu harap seperti kebanyakan wanita luar biasa disana, dengan segala yang mereka punya sehingga patut kau banggakan ,dan aku ,aku hanyalah wanita yang akan merelakan hidupnya untuk menyayangi dan menjagamu lewat butiran doa.
Yang tak akan mengenal kata menyerah dan berjuang dalam rangkaian sujud ,membasahi sajadah dengan tangisan syukur karena sang Khalik memberiku tempat dalam hidupmu.
Aku selalu jatuh cinta dengan caramu mencintaiku ,seperti atmosphere baru ,kamu mencintaiku dengan membiarkan hitam tetap menjadi hitam, bukan mengkamuflasekanya menjadi putih dalam sekejap ,bukan menghujaniku seluruh manis ,namun justru memberi takaran yang pas dalam setiap rasa yang aku kecap ,menyiratkan ketulusan yang akhirnya meyakinkan langkahku untuk tetap menggenggammu dalam baik dan burukmu.
Aku seperti wanita pada umumnya ,yang juga egois ,yang juga menampung banyak cemburu mungkin sesekali kau rasakan ,namun sejujurnya lebih banyak yang aku sembunyikan dalam diam.
Karena disamping dari bahagia yang aku rasakan ,dengan banyaknya tawa yang ada ,ada rasa takut luar biasa yang aku pendam dalam balutan senyum disana.
Takut jika suatu saat nanti takdir tak lagi memberiku jeda untukku menghabiskan segala tangis dan senyumku bersamamu ,
Tapi aku percaya jika memang Tuhan yang menuntun langkahmu sekarang , maka Tuhan pun yang akan menjagamu ,yang akan meyakinkan ragumu ,menenangkan gundahmu ,dan Tuhan pulalah yang kelak akan memberimu jawaban kemana kamu akan pulang ,melepas segala lelah ,dan siapa yang pantas kau jadikan rumah :’) .
Aku mencintaimu lelakiku ,
Semararang ,14 Februari 2015
10.15 am
Komentar
Posting Komentar