Menyambutmu Kembali,
Terima kasih sudah kembali, Meski saya tak pernah tau, kapan waktu akan mencurimu lagi, Karena yang saya tau hanya, Senja kembali menawarkan jingga Kelabu kembali menjanjikan biru dan kamu, kembali menjadi candu, Dari kamu saya tau, Rasa itu masih menggebu, sama seperti dulu, Pelukanmu? masih sehangat seperti yang saya ingat, dan, nyatanya masih ada janji yg ditepati, kala ingkar kerap kali mereka anggap wajar. Menyambutmu kembali, Mungkin seperti menancapkan belati ke jantung sendiri, Bukan, ini bukan perihal kamu akan menyakiti Ini soal takdir, akankah ia kembali menjadi akhir? menghakimi tentang pertemuan kita lagi? Karna sekali lagi, Perihal yang lebih menyakitkan dari patah hati dan dikhianati adalah, dua hati yang saling menginginkan dan mencintai namun dipaksa menyerah dn berhenti oleh takdir, Terlepas dari segala yang kelak menyakiti, Kau telah bawa pulang apa yang sempat hilang, Kamu sembuhkan luka yang sempat saya abaikan, Kamu menyadarkan saya te...